Prosedur pencatatan biaya produksi


21

 

Aliran proses pencatatan harga pokok produk barang yang dijual

Bagian produksi membuat surat permintaan bahan baku rangkap 2, lembar 1 diberikan kepada bagian gudang sedangkan lembar ke 2 disimpan sebagai arsip.
Bagian gudang menerima surat permintaan barang baku lalu mempersiapkan bahan baku yang diminta, membuat surat pengiriman barang rangkap 2. Lembar 1 disimpan sebagai arsip sedangkan lembar ke 2 dikirim ke bagian produksi beserta bahan baku.
Bagian produksi menerima surat pengiriman dan barang, lalu melakukan produksi. Setelah itu membuat laporan DM,DL,FOH rangkap 2. Lembar 1 disimpan sebagai arsip, lembar ke 2 dikirim ke bagian akuntansi.
Bagian akuntansi menerima laporan DM,DL,FOH. Berdasarkan laoran tersebut bagian akuntansi menghitung DMC,DLC,FOH. Lalu membuat laporan harga pokok produksi rangkap 2. Lembar 1 disimpan sebagai arsip. Lembar ke 2 dikirim ke manajer.
Bagian manajer menerima laporan harga pokok produksi,. Berdasarkan laporan harga pokok produksi bagian manajer menentukan margin laba lalu membuat laporan harga penjualan barang.

Job desc :

Bagian Gudang:

Menerima surat permintaan bahan baku
Menyiapkan bahan baku dan membuat surat pengiriman rangkap 2. Lembar 1 disimpan sebagai arsip, lembar ke 2 dikirim beserta barang ke bagian produksi

Bagian Produksi:

Membuat surat permintaan bahan baku rangkap 2. Lembar pertama dikirim ke bagian gudang, lembar ke 2 disimpan sebagai arsip
Menerima surat pengiriman beserta dengan bahan baku
Melakukan produksi
Membuat laporan DM(Direct Material),DL(Direct Labor),FOH(Factory Overhead) rangkap 2, lembar 1 disimpan sebagai arsip, lembar ke 2 dikirim ke bagian akuntansi

Bagian Akuntansi:

Menerima laporan DM,DL,FOH dari bagian produksi
Melakukan perhitungan DMC(Direct Material Cost),DLC(Direct Labor Cost),FOH. Lalu membuat laporan harga pokok produksi rangkap 2. Lembar 1 disimpan sebagai arsip. Lembar ke 2 dikirim ke manajer

Manajer:

Menerima laporan harga pokok produksi. Berdasarkan laporan tersebut menentukan margin laba, lalu membuat laporan harga penjualan barang.

2.
4
1. Produksi:
– Membuat data biaya BB, biaya overhead, biaya lain-lain untuk kebutuhan produksi.
– Membuat total biaya produksi berupa dokumen dan memberikan kepada manajemen keuangan.
2. Manajemen Keuangan:
– Menentukan harga pokok produksi untuk dijual.
– Harga pokok produksi yang dibuat dalam bentuk dokumen diberikan kepada pimpinan.
– Menentukan harga poko produksi yang layak/fix.
– Memberikan list haga pokok produksi yang telah direvisi kepada pimpinan.

3. Pimpinan:
– Membuat data harga poko produksi (fix) 2 rangkap, menyimpan dokumen no.2 di arsip.
– Menyetujui list daftar harga pokok produksi yang direvisi oleh manajemen keuanga dan menyimpan dokumen no.2 di arsip.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s